Pleaseee...ga mau pindahan lagiii....
Teringat cerita ibuku...saat beliau pertama kali meniti kerasnya kehidupan di Ibukota Jakarta..dengan penghasilan yang pas-pasan, membeli sebuah rumah di Jakarta menjadi impian yang sulit diiwujudkan...jadilah waktu itu kedua orangtuaku sebagai 'kontraktor sejati', kontrak rumah sana-sini...kalau mengontrak di satu rumah saja masih lumayan, ibuku dulu terpaksa berpindah2 rumah berkali-kali..seribu alasan yang membuat dua org terkasih ku ini hrs berpindah2, kadang krn dana menipis jd hrs pindah ke kontrakan yg lebih murah, kadang krn rumah yg ditempati tdk disewakan lagi, kadang krn ternyata lingkungannya krg bersahabat..macam2 alasan yg membuat mereka terpaksa menempuh repotnya pindah rumah..sampai akhirnya mereka berhasil mewujudkan punya rumah impian sendiri di kota tempat tinggalku kini....
Banyak yang bilang kalau aku sangat mirip dengan ibuku..dari wajah, bentuk tubuh sampai suara...aku ga tau ini ada hubungannya atau tidak, tapi ya aku ternyata juga harus menempuh hal yang sama dengan yang ibuku alami waktu masih seusia denganku saat ini: berpindah-pindah rumah...walaupun dengan latar belakang yang berbeda....
Aku dan suamiku termasuk pasangan yang sangat beruntung, saat usia perkawinan baru menginjak 1 tahun..kami sudah bisa membeli sebuah rumah di kawasan yang cukup terkenal di Tangerang Selatan..tak perlu lah aku rinci perjuangan untuk mendapatkan rumah tersebut, yang pasti banyak keluarga yang membantu hingga hal itu terwujud..tak terlupakan jasa mereka semua...tapi ternyata walau sudah punya rumah...balada berpindah-pindah tempat tinggal tetap berlaku untukku...
Pindahan pertama saat harus ditinggal suami training ke Jepang...ga lama sih, cuma 3 bulan tapi kondisi ku yang dalam hitungan hari akan melahirkan, membuat suamiku sibuk mengevakuasi ku kembali ke rumah orangtua sebelum hari keberangkatannya...walau cuma 3 bulan, tapi karena akan menyambut kelahiran anak pertama...barang-barang yang dibawa lumayan banyak..box bayi, lemari pakaian bayi dll ikut dibawa...setelah suami kembali, proses pindahan pun diulang lagi...kembali lagi ke rumah sendiri...Itu tergolong pindahan yang ringan....
Dari situ aku cukup nyaman menikmati indahnya menempati rumah sendiri. Kebetulan setelah melahirkan Alif, aku berhenti bekerja untuk sementara karena ingin fokus membesarkan anak. Cukup lama tidak terusik dengan urusan pindahan...sekitar 2 tahun...
Sampai aku memutuskan untuk kembali bekerja...urusan pindah2 rumah ini kembali muncul...jarak antara rumah dan kantorku sebenernya tidak terlalu jauh, masih sekitar Tangerang Raya...tapi ketika baru sebulan aku bekerja dan Alif sakit hingga dirawat di RS...kamipun mulai merasa bahwa mencari rumah yang dekat dengan kantor dan dekat dengan rumah orangtuaku menjadi kebutuhan yang tidak bisa dielakkan...agar orangtuaku bisa tetap memantau si sulung sehari-harinya dan agar akupun tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di perjalanan...jadilah pertengahan 2003 kami mengontrak sebuah rumah yang lokasinya cukup dekat dengan orangtuaku...sementara karena mengontrak rumah pun tidak murah, maka rumah milik kamipun dikontrakkan juga. Repot ya?pastinya...apalagi dengan kondisi seperti itu maka seluruh perabotan yang ada dirumah harus dipindahkan ke rumah kontrakan...hadeehhhh....demi kebaikan Alif, sgala kerepotan ini kami jalani...
Pertengahan 2004, setelah mendapatkan pengasuh yang bisa kami percayai...setelah Alif cukup mengerti dan bisa ditinggal dengan aman...kami kembali pindah ke rumah sendiri...rumah kami sebenarnya sangat ideal untuk pasangan muda yang punya anak kecil seperti Alif...dalam jarak yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki, banyak fasilitas yang bisa menunjang pendidikan anak. Play group, TK, mesjid dan TPAnya, kursus bahasa inggris, kolam renang, sanggar lukis...lengkap tersebar dalam jarak yang sangat dekat...sangat-sangat nyaman...sangat menikmati kembali ke rumah sendiri...hingga akhirnya pada tahun 2007....
Kali ini aku yang cari gara-gara.....aku melamar untuk mendapatkan beasiswa S2 di Bandung...iseng-iseng berhadiah, tapi ternyata langsung diterima..masalahnya Alif ga mau ditinggal dengan bapaknya..maunya ngintil mamahnya..akhirnya diputuskan lah kalau aku, Alif berikut sang asisten rumah tangga akan ikut pindah ke Bandung..ngontrak lagi? iya dong....pindahan lagi?? pasti lha...walau ga semua perabot rumah dibawa...tapi repotnya bukan main..karena kali ini jarak pindahnya antara Tangerang-Bandung...setahun di Bandung untuk menyelesaikan studi...setelah itu kembali pindahan lagi ke Tangerang...manteebbb...
Entah kenapa, suamiku itu selalu ditugaskan ke luar negeri saat aku hamil...tahun 2009, 2 hari sebelum keberangkatannya ke Australia selama 4 bulan...aku dinyatakan hamil...yang tadinya ga mau pake acara pindahan...akhirnya kembali dievakuasi ke rumah ortu. ga salah memang kalo diputuskan seperti itu, karena ternyata kehamilan yang kedua ini sangat berat untukku...ga kebayang kalau berjuang sendirian di rumahku.(baca: FLASHBACK... ON ALINA'S BIRTHDAY...) pulang dari Australia, suamiku memutuskan bahwa melihat kondisi kehamilanku, ga mungkin aku dibawa kembali ke rumah lama yg jaraknya cukup jauh dari kantorku..kebetulan saat itu kami baru saja membeli apartemen sederhana di daerah yg dekat dengan kantorku..awalnya apartemen ini dibeli untuk investasi aja, nantinya akan disewakan..tapi mengingat kondisi kehamilan yg rentan..akhirnya suamiku memutuskan bahwa kami harus pindah ke apartemen tersebut...kali ini suamiku yg capek setengah mati krn aku yg sedang hamil beresiko, ga bisa banyak bantu...cukup lama juga tinggal disini. Karena sampai akhirnya Alina lahirpun, kebutuhan untuk punya rumah dekat kantor tetap tinggi. Demi menjaga proses menyusui tetap berjalan lancar, maka jarak rumah-kantor cukup memegang peranan penting.
Namun, lama-lama ga nyaman juga tinggal di apartemen..Alina makin besar, perlu ruang yang lebih luas untuk dia leluasa bergerak...Alif pun sudah remaja..perlu privacy yang lebih untuk menunjang perkembangannya...tapi kembali ke rumah di Tangerang Selatan tampaknya bukan opsi yang mudah...makin padatnya kegiatan kami dan makin padatnya arus lalu lintas ke sana membuat kami memutuskan untuk membeli rumah yg bs memberi gerak lebih leluasa dg lokasi dekat kantor..kebetulan saat itu ayahku juga mulai sakit2an..sehingga aku sangat perlu menengoknya setiap hari...dan akhirnya tahun 2012 ini kami kembali...PINDAHAN...
So here we are..kembali sibuk beberes..yang seringkali ga bisa selesai dalam hitungan minggu...Hadeehhh....ga selesai2 deh rasanya...weekend ga bisa lagi leyeh2....smoga menjadi pelabuhan terakhir.. smoga menjadi home sweet home terakhir...capek, ga mau pindahan lagi....
Banyak yang bilang kalau aku sangat mirip dengan ibuku..dari wajah, bentuk tubuh sampai suara...aku ga tau ini ada hubungannya atau tidak, tapi ya aku ternyata juga harus menempuh hal yang sama dengan yang ibuku alami waktu masih seusia denganku saat ini: berpindah-pindah rumah...walaupun dengan latar belakang yang berbeda....
Aku dan suamiku termasuk pasangan yang sangat beruntung, saat usia perkawinan baru menginjak 1 tahun..kami sudah bisa membeli sebuah rumah di kawasan yang cukup terkenal di Tangerang Selatan..tak perlu lah aku rinci perjuangan untuk mendapatkan rumah tersebut, yang pasti banyak keluarga yang membantu hingga hal itu terwujud..tak terlupakan jasa mereka semua...tapi ternyata walau sudah punya rumah...balada berpindah-pindah tempat tinggal tetap berlaku untukku...
Pindahan pertama saat harus ditinggal suami training ke Jepang...ga lama sih, cuma 3 bulan tapi kondisi ku yang dalam hitungan hari akan melahirkan, membuat suamiku sibuk mengevakuasi ku kembali ke rumah orangtua sebelum hari keberangkatannya...walau cuma 3 bulan, tapi karena akan menyambut kelahiran anak pertama...barang-barang yang dibawa lumayan banyak..box bayi, lemari pakaian bayi dll ikut dibawa...setelah suami kembali, proses pindahan pun diulang lagi...kembali lagi ke rumah sendiri...Itu tergolong pindahan yang ringan....
Dari situ aku cukup nyaman menikmati indahnya menempati rumah sendiri. Kebetulan setelah melahirkan Alif, aku berhenti bekerja untuk sementara karena ingin fokus membesarkan anak. Cukup lama tidak terusik dengan urusan pindahan...sekitar 2 tahun...
Sampai aku memutuskan untuk kembali bekerja...urusan pindah2 rumah ini kembali muncul...jarak antara rumah dan kantorku sebenernya tidak terlalu jauh, masih sekitar Tangerang Raya...tapi ketika baru sebulan aku bekerja dan Alif sakit hingga dirawat di RS...kamipun mulai merasa bahwa mencari rumah yang dekat dengan kantor dan dekat dengan rumah orangtuaku menjadi kebutuhan yang tidak bisa dielakkan...agar orangtuaku bisa tetap memantau si sulung sehari-harinya dan agar akupun tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di perjalanan...jadilah pertengahan 2003 kami mengontrak sebuah rumah yang lokasinya cukup dekat dengan orangtuaku...sementara karena mengontrak rumah pun tidak murah, maka rumah milik kamipun dikontrakkan juga. Repot ya?pastinya...apalagi dengan kondisi seperti itu maka seluruh perabotan yang ada dirumah harus dipindahkan ke rumah kontrakan...hadeehhhh....demi kebaikan Alif, sgala kerepotan ini kami jalani...
Pertengahan 2004, setelah mendapatkan pengasuh yang bisa kami percayai...setelah Alif cukup mengerti dan bisa ditinggal dengan aman...kami kembali pindah ke rumah sendiri...rumah kami sebenarnya sangat ideal untuk pasangan muda yang punya anak kecil seperti Alif...dalam jarak yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki, banyak fasilitas yang bisa menunjang pendidikan anak. Play group, TK, mesjid dan TPAnya, kursus bahasa inggris, kolam renang, sanggar lukis...lengkap tersebar dalam jarak yang sangat dekat...sangat-sangat nyaman...sangat menikmati kembali ke rumah sendiri...hingga akhirnya pada tahun 2007....
Kali ini aku yang cari gara-gara.....aku melamar untuk mendapatkan beasiswa S2 di Bandung...iseng-iseng berhadiah, tapi ternyata langsung diterima..masalahnya Alif ga mau ditinggal dengan bapaknya..maunya ngintil mamahnya..akhirnya diputuskan lah kalau aku, Alif berikut sang asisten rumah tangga akan ikut pindah ke Bandung..ngontrak lagi? iya dong....pindahan lagi?? pasti lha...walau ga semua perabot rumah dibawa...tapi repotnya bukan main..karena kali ini jarak pindahnya antara Tangerang-Bandung...setahun di Bandung untuk menyelesaikan studi...setelah itu kembali pindahan lagi ke Tangerang...manteebbb...
Entah kenapa, suamiku itu selalu ditugaskan ke luar negeri saat aku hamil...tahun 2009, 2 hari sebelum keberangkatannya ke Australia selama 4 bulan...aku dinyatakan hamil...yang tadinya ga mau pake acara pindahan...akhirnya kembali dievakuasi ke rumah ortu. ga salah memang kalo diputuskan seperti itu, karena ternyata kehamilan yang kedua ini sangat berat untukku...ga kebayang kalau berjuang sendirian di rumahku.(baca: FLASHBACK... ON ALINA'S BIRTHDAY...) pulang dari Australia, suamiku memutuskan bahwa melihat kondisi kehamilanku, ga mungkin aku dibawa kembali ke rumah lama yg jaraknya cukup jauh dari kantorku..kebetulan saat itu kami baru saja membeli apartemen sederhana di daerah yg dekat dengan kantorku..awalnya apartemen ini dibeli untuk investasi aja, nantinya akan disewakan..tapi mengingat kondisi kehamilan yg rentan..akhirnya suamiku memutuskan bahwa kami harus pindah ke apartemen tersebut...kali ini suamiku yg capek setengah mati krn aku yg sedang hamil beresiko, ga bisa banyak bantu...cukup lama juga tinggal disini. Karena sampai akhirnya Alina lahirpun, kebutuhan untuk punya rumah dekat kantor tetap tinggi. Demi menjaga proses menyusui tetap berjalan lancar, maka jarak rumah-kantor cukup memegang peranan penting.
Namun, lama-lama ga nyaman juga tinggal di apartemen..Alina makin besar, perlu ruang yang lebih luas untuk dia leluasa bergerak...Alif pun sudah remaja..perlu privacy yang lebih untuk menunjang perkembangannya...tapi kembali ke rumah di Tangerang Selatan tampaknya bukan opsi yang mudah...makin padatnya kegiatan kami dan makin padatnya arus lalu lintas ke sana membuat kami memutuskan untuk membeli rumah yg bs memberi gerak lebih leluasa dg lokasi dekat kantor..kebetulan saat itu ayahku juga mulai sakit2an..sehingga aku sangat perlu menengoknya setiap hari...dan akhirnya tahun 2012 ini kami kembali...PINDAHAN...
So here we are..kembali sibuk beberes..yang seringkali ga bisa selesai dalam hitungan minggu...Hadeehhh....ga selesai2 deh rasanya...weekend ga bisa lagi leyeh2....smoga menjadi pelabuhan terakhir.. smoga menjadi home sweet home terakhir...capek, ga mau pindahan lagi....
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment