life is about to arrange priorities...
Dulu...pernah menulis gini sebagai quote fave karangan sendiri...
life is about to arrange priorities...
Not all can be achieved at a time..
but all can be perfect if we made it at the right time....
Jujur..tanpa mengurangi makna di dalamnya...
quote itu keluar selalu sebagai penghiburan hati...
Pertama saat harus kompromi dengan tingginya cita-cita di hati...
Saat menerima admission letter tuk ambil master pada salah satu universitas di Belanda...
Dan berdiskusi dengan suami tentang kemungkinan mengambil kesempatan itu...
"saya ga bisa melarang atau mendorong..semua terserah Mesi..
yang pasti kondisi pekerjaan saya ga memungkinkan untuk mengikuti ke Belanda....sekarang, tanpa emosi dan ego pertimbangkan baik-baik..apa yang sebenarnya dicari..apa ilmu dan karir hanya akan maju hanya jika ambil master disana? atau pencapaiannya bisa sama tinggi dengan kalau ambil S2 dalam negeri? apa achievement nya akan sebanding dengan pengorbanan meninggalkan anak2 dan saya disini?
Kalau pengen jalan-jalan keluar negeri, saya yakin Mesi bisa dapat beasiswa short course.. dan saya juga janji, nanti kalau rejeki sudah mencukupi....
insya Allah saya yang akan bawa Mesi jalan2 keluar negeri..."
Dan saya pun akhirnya me-rearrange priorities...
Berakhir dengan keputusan mengambil S2 di Bandung...
sementara ucapan suami saat itu sepertinya menjadi doa yang satu persatu terwujud...alhamdulillah....rejeki istri sholihah....(muji diri sendiri ya sekali-kali...)
Juga saat dunia terasa terhenti dan terasa sangat membosankan...
tepatnya saat mengandung dan melahirkan Alina...
Heyy.. tidak perlu men-judge saya dengan bilang bahwa saya tidak bersyukur atas anugrah luarbiasa itu..
Pastinya saya amat sangat merasa diberkahi mendapat amanah secantik itu...tapi adalah manusiawi perubahan situasi yang drastis saat itu membuat saya down juga...Bayangkan saja...dari manusia yang hobby jalan...Tiba-tiba menjadi orang yang bahkan untuk ke kamar mandipun dibatasi karena seringkali harus bedrest...
Dari tukang begadang yang sanggup ngetik sampe subuh...jadi manusia yang gak daya menahan kantuk dan bisa tertidur lelap saat di bioskop...
Semua keterbatasan itu membuat saya harus pandai-pandai berdamai dengan diri sendiri...Salah satunya dengan rearrange priorities......
dan ternyata quote itu menjadi pengingat saya bahkan sampai saat ini...
setiap dihadapkan pada pilihan hidup, kembali bertanya pada diri sendiri...
apa prioritasmu? apa yang penting bagimu?
Jangan salah menyusun...jangan sampai menyesal di kemudian hari...
#renungan di awal 2015
Comments
Post a Comment