Mamah juga dulu nerd...

Percakapan dengan anak sulungku Alif malam itu membuatku sadar bahwa dunianya sudah benar-benar beralih dari dunia anak-anak ke dunia remaja...awalnya hanya sekedar cerita bahwa tadi siang ditegur guru karena menumpahkan air dari botol minumannya di kelas...membuat suasana kelas jadi gak fokus karena Alif sibuk membersihkan air yang tumpah...buat anak seusia dia, dengan sifatnya yang pendiam...pasti itu hari yang ga mudah...

Cerita pun mengalir dari mulutnya...sampai di satu titik, dengan agak terbata dia bilang..."Mah, Alif takut itu deh....maksudnya menurut teman-teman, takutnya Alif termasuk....yah, nerd gitu..." Ups...kekhawatiran yang menyelip dihati kecilku selama ini ternyata sudah terjadi...

Buat sebagian ibu mungkin punya anak seperti Alif itu dianggap bebas masalah...cukup rajin belajarnya, hampir slalu juara kelas, ga aneh-aneh, sukanya baca buku, nonton film, gak kelayapan, selalu pengen dekat sama mama nya dll. Tapi jauh di dasar hatiku sebenarnya ada sedikit keraguan, akankah dia survive diluar sana, dimana tidak semua orang baik hatinya, tidak semua jujur perkataannya dan tidak semua lurus niatnya. Dengan sifatnya yang agak introvert (kurang gaul kata anak skrg sih) ada perasaan bahwa bekal  buat Alif tuk sukses saat dewasa nanti masih kurang, dan bekal ini ga bisa didapat dari kelas atau les...ga bisa dibuat paham hanya dengan obrolan biasa...cara memberitahu tentang kekurangannya pun sudah urusan rumit tersendiri...

Bagaimana jelaskannya ya..bahwa ini memang suatu kekurangan, tidak perlu terlalu dicemaskan...tapi juga memang harus berusaha dikurangi sedikit demi sedikit...dipikir-pikir akhirnya keluar lah cerita pribadi di masa muda dulu...yang sebenarnya hampir mirip dengan dirinya saat ini..." Jangan khawatir Alif...Mamah juga dulu bisa dibilang nerd..."

Alif yang punya gambaran yang bertolak belakang tentang ibunya saat ini melongo gak percaya..."masa sih Mah?", itu reaksi pertamanya.
"Yah, kalau gak percaya boleh cek sama tante2 temen mamah dulu di SD, SMP, SMA bahkan masa kuliah...Mamah juga dulu nerd..."

Maka kali ini yang mengalir adalah cerita-cerita masa lalu dari bibirku...yang sesekali ditimpali dengan kata-kata "Alif juga begitu Mah..." atau "Beneran? Mamah dulu juga seperti itu? Kirain Alif aja.." Cerita kegugupan saat harus presentasi depan kelas...sampai aku punya trade mark suaranya seperti mau menangis...bagaimana aku biasanya hanya jd pendengar dan senyum-senyum saat teman-teman riuh bercerita dan bercanda dalam satu kelompok...bahkan kuceritakan juga bagaimana aku justru berusaha menjauh kalau ada teman cowok yg aku taksir...(hahahaaaa...)..semua cerita itu membuat Alif tersenyum karena ada 'dirinya' di dalam pengalamanku.

Kemudian Alif bertanya, trus gimana Mamah bisa jadi seperti sekarang? Ga nerd lagi? Hhhmm...gimana ya..ku coba jelaskan bahwa sifat dasar itu tidak benar-benar hilang...namun ada beberapa titik balik dlm hidup ku...ada waktu-waktu tertentu yang membuat ku terpaksa melepaskan sifat-sifat itu sedikit demi sedikit...ada masa-masa tertentu yang membuatku memaksakan diri untuk bisa blended dalam pergaulan...Sulit menjelaskannya, tapi kucoba jelaskan bahwa  Alif pun akan ketemu masa-masa seperti itu...yang terpenting adalah...jangan lari ke belakang saat tantangan datang....berusaha dan maju hadapi, serahkan hasilnya kepada Allah SWT. Kira-kira seperti itu jawaban yang bisa kuberikan malam itu...belum berupa solusi memang, tapi malam itu aku sudah cukup lega melihat kecemasan di wajahnya berganti dengan senyuman...

"Alif, maafkan Mamah yang belum pandai menjelaskan, tapi Mamah berharap dengan obrolan tadi setidaknya Alif merasa punya teman yang tepat untuk berbagi...merasa punya referensi yang bisa dipercayai...dan merasa nerd itu bukan sesuatu yang perlu dicemaskan berlebihan...insya Allah ketika masa-masa sulit datang, Mamah siap mendampingi..."

Comments

Popular Posts